Ilustrasi, sumber foto: liputan6.com
Cinta Tangkas - Koordinator Nasional Forum Solidaritas Kemanusiaan, Sudirman Said, menilai wacana pencabutan status pandemi menjadi endemik tidak tepat. Menurut dia, pemerintah tidak perlu terburu-buru untuk melonggarkan mobilitas masyarakat.
"Karena itu memang tidak sebaiknya buru-buru melonggarkan aturan. Untuk kembali ke masa normal di mana masyarakat bebas beraktivitas, kelihatannya masih harus bersabar," katanya dalam keterangannya, Minggu (5/9/ 2021).
Selama masih ada penyebaran, risiko gelombang kasus COVID-19 masih ada
Penyebaran COVID-19 mulai mereda terkait serangkaian kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Begitu juga dengan kampanye vaksinasi yang terus dilakukan.
Sudirman mengatakan, selama kasus baru menyebar, risiko gelombang kasus COVID-19 masih ada.
Pencabutan status pandemi harus dibarengi dengan situasi yang membaik
Menurut Sudirman, pencabutan status pandemi harus dibarengi dengan situasi yang benar-benar membaik. Selama mobilitas masyarakat masih tinggi dan protokol kesehatan masih longgar, tentu bisa berbahaya.
Selain itu, pentingnya percepatan vaksinasi juga menjadi kunci untuk meminimalisir penularan COVID-19.
“Bila vaksinasi cakupannya sudah cukup luas, dan sebagian warga sudah mendapatkan vaksin, pasti risiko penularan akan berkurang,” kata Sudirman.
Perlu ada penyesuaian gaya hidup di tengah pandemi
Sudirman juga mengatakan, kebiasaan baru menjaga protokol kesehatan atau new normal juga akan membantu menjaga risiko peningkatan kasus COVID-19.
“Masyarakat pasti sudah banyak belajar bagaimana menjaga diri agar tidak tertular. Semoga ada penyesuaian pola hidup menjadi perilaku baru untuk hidup bersama COVID-19,” ujarnya.
Pemerintah mengatakan bahwa pandemi akan menjadi endemik
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan, pemerintah akan menyiapkan langkah-langkah dengan asumsi COVID-19 tidak akan hilang begitu saja dalam waktu singkat, tetapi akan menjadi endemik.
“Artinya nanti akan menjadi wabah yang sifatnya sporadis di tempat-tempat tertentu seperti flu, demam berdarah, dan seterusnya,” katanya kepada awak media saat berziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, Minggu (29/8/2021).
Mudhajir mengatakan saat ini tidak ada pilihan lain selain disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Apalagi menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.

0 Comments