Ilustrasi, sumber foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wsj
Cinta Tangkas - Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Hinky Hindra Irawan Satari menegaskan, dokter di Sulawesi Selatan yang meninggal setelah disuntik vaksin COVID-19 tahap ketiga bukan karena vaksinasi.
"Kejadian dokter di Sulsel tidak terkait dengan imunisasi, namun disebabkan penyakit lain yang dimiliki oleh almarhum sebelum imunisasi," katanya saat dihubungi, Rabu (1/9/2021).
Dokter memiliki penyakit penyerta
Diketahui, dokter ahli kejiwaan tersebut memiliki riwayat penyakit bawaan (komorbid), yakni tekanan darah tinggi. Untuk itu, Hindra menghimbau kepada penerima vaksin untuk memastikan tubuhnya dalam keadaan sehat saat divaksinasi.
"Sebelum vaksinasi yakinkan diri dalam keadaan sehat," katanya.
Dokter meninggal tidak lama setelah vaksinasi
Diketahui, dokter berinisial AYM yang bertugas di RS Sultan Daeng Raja Bulukumba itu meninggal dunia pada 22 Agustus 2021. Sebelumnya ia belum lama ini mendapat vaksin booster Moderna.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba dr. Wahyuni menjelaskan tentang kematian seorang dokter setelah disuntik dengan vaksinasi COVID-19 tahap ketiga.
"Setelah ditelusuri ada riwayat hipertensinya, tapi pihak keluarga juga menyampaikan ada hal itu," kata Wahyuni saat dihubungi, Rabu (25/8/2021).
Vaksinasi diberikan sesuai prosedur
Wahyuni mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga dokter yang meninggal tersebut. Kejadian tersebut juga sedang diselidiki oleh tim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Provinsi Sulawesi Selatan.
Wahyuni mengatakan AYM disuntik vaksin tahap ketiga pada Kamis, 18 Agustus 2021. Vaksinasi diberikan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
"Sesuai prosedur awal-awal tidak ada keluhan, tidak ada apa-apa terkait. Iya ada jeda waktu (sebelum meninggal)," ujarnya.

0 Comments